google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0


Ngunduh Mantu, Biaya Pesta Nikah Sepenuhnya Tanggungjawab Pria

Ilustrasi Ngunduh Mantu


koranWedding, JAKARTA - Pernah mendengar istilah ngunduh mantu? Anda yang berasal dari Jawa, biasanya sudah memahami istilah ini. Ngunduh mantu adalah momen ketika pesta pernikahan bukan lagi menjadi tanggungjawab pihak wanita sepenuhnya.

"Kalau mantu di Jawa kan pihak perempuan ya yang punya hajat, yang pria hanya ikut. Kemudian ada perkembangan dari pihak pria, dia juga ingin dong, ingin dihargai status sosialnya, jadi dia menunjukkan 'Saya juga mampu melakukannya', makanya ada ngunduh mantu," jelas dosen Antropologi dari Universitas Indonesia, Dr. Endang Partrijunianti, yang ditukil dari situs lifestyle terkemuka, Senin (11/11/2013).

Dr. Endang mengatakan lagi, saat ngunduh mantu biasanya biaya pernikahan datang dari pihak pria. Pihak wanita tidak lagi ikut bertanggungjawab mengeluarkan dana.

Prosesi ngunduh mantu ini dulu wajib dilakukan oleh masyarakat Jawa. Ngunduh sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti mengambil. Artinya pihak pria mengambil mantu yaitu si pihak perempuan untuk diboyong ke keluarga suaminya.

"Dulu wajib, tapi sekarang bisa dibicarakan. Biasanya kalau prianya nggak mau ngunduh, dia akan ganti lebih banyak uang di resepsi," ujar Dr. Endang yang merupakan Ketua Program S-1 di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Indonesia itu.

Dalam adat pernikahan Jawa, dikatakan Dr. Endang, pihak wanita lah yang lebih berperan besar dalam hal pembiayaan. Sedangkan pihak pria, tidak terlalu mengeluarkan banyak uang untuk pesta pernikahan. Kenapa?

"Karena seluruh ritual adanya ditentukan oleh pihak wanita. Karena yang wanita harus melakukan berbagai ritual yang sudah menjadi tradisi turun-temurun, jadi lebih baik dia saja yang handle," ucap wanita yang meraih gelar doktor dari jurusan Antropologi Universitas Indonesia itu.(jek/wlp)



google.com, pub-4370146743310366, DIRECT, f08c47fec0942fa0

website stat