Nyuk Ikutan KPR Mikro dari BTN, Punya Rumah di Bawah Rp.100 Juta

Ilustrasi.


koranWedding.com – Bagi Anda pasangan muda yang ingin memiliki rumah. Bisa menggunakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Ya, pasalnya BTN akan mengeluarkan program kredit perumahan terbaru yang dinamakan KPR Mikro. Dengan program tersebut masyarakat dengan penghasilan tidak tetap agar bisa KPR rumah seharga di bawah Rp.100 juta.

Direktur Utama BTN Maryono menuturkan bahwa ini adalah terobosan baru yang dilaksanakan perseroan untuk memenuhi permintaan rumah pekerja informal yang berpenghasilan menengah ke bawah.

“‎Bentuknya pembiayaan pertamanya sewa beli, nanti kalau dia sewa berapa tahun, dan lancar itu akan jadi hak opsinya dia. Tapi kalau dia nggak mampu lagi bisa dipindahkan ke yang membutuhkan,” tutur Maryono dalam keterangan tertulis, yang dilansir Jumat (3/2/2017).

Pekerja informal ialah mereka yang berpenghasilan tak tetap seperti pedagang, tukang ojek, tukang sayur dan sebagainya.

Dalam penyaluran program ini, BTN akan bekerjasama dengan BUMN lainnya, PT Permodalan Nasional Madani (Persero). PNM dikenal sebagai BUMN penyalur kredit mikro, yang sebagian besar ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai pendapatan tak tetap.

Sekarang ini, BTN sudah mempersiapkan kerja sama ini sebelum nantinya akan dilaksanakan perjanjian MoU.

“Kira-kira bulan ini kita akan signing dengan PMN, dan setelah itu baru kita salurkan program ini,” papar Maryono.

Karena masih baru, Maryono mengaku belum bisa mematok target besar dalam penyaluran rumah-rumah mikro ini. Sekarang ini penjajakan peta nasabah masih akan dikaji BTN dengan PNM.

“Mungkin kalau 1.000 unit rumah masih bisa. Ini rumah harganya di bawah rumah subsidi, jadi di bawah Rp.100 juta,” jelas Maryono.

Seperti yang diketahui, pemerintah hendak menjadikan PT Bank Tabungan Negara Tbk (Bank BTN) jadi bank yang khusus mengelola sektor perumahan. Hal tersebut untuk mempertegas peran Bank BTN.

Demikian disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang berharap supaya langkah ini segera terwujud.

“BTN kita sarankan untuk khusus perumahan sehingga menjadi bank perumahan supaya jelas saja. Kapan itu dilaksanakan, segera ya? Supaya khusus tak urus lain,” papar dia di Jakarta.

Langkah ini juga untuk meluruskan peran bank dalam mengurusi pembiayaan jangka panjang.

“Jadi bank perumahan saja jangka panjang, apa yang dikhawatirkan miss match karena dana jangka pendek menjadi jangka panjang,” tutupnya. (int/rus)




website stat